Skip to content
Club House
Banner-L-Men-Protein-Crunch-x-Chief-800x1200

Seberapa Penting Sih Clubhouse Buat Lo?

Team Chief

Team Chief

CHIEF ID Chief Gentleman pasti mulai sering denger orang ngomongin Clubhouse. Yup, aplikasi berbasis audio tersebut memang lagi jadi perbincangan hangat netizen belakangan ini. Banyak temen, atau bahkan Chief Gentleman sendiri yang udah join Clubhouse. Aplikasi ini juga memberikan angin segar buat sebagian orang yang emang gerah sama media sosial yang “itu-itu” aja. Clubhouse seakan-akan menjelma menjadi aplikasi yang wajib nangkring di interface iPhone (karena emang baru ada di Apple).

Clubhouse

Nah, tapi apa sih Clubhouse? Kok bisa-bisanya bikin geger netizen.

Kalau kita lihat-lihat, Clubhouse ini semacam forum online yang udah ada, cuma beda media aja. Kalau dulu forum online biasanya lewat tulisan, tapi ini audio. Bisa juga sih dimiripin dengan forum offline, ya emang karena konsepnya mirip. Ada speaker, moderator, dan audience yang bisa ngomong kalau disetujui. Kalau mau ikut ngobrol, bisa angkat tangan dulu. Konsep demikian sebenarnya enggak jauh beda kan dengan forum-forum online atau offline pada umumnya. Apalagi Clubhouse jugan punya skema invitation, yang artinya user enggak bisa serta merta mengunduh lewat App Store dan bikin akun. Chief Gentleman perlu diundang oleh anggota yang udah lebih dulu ada. Plus, user juga mesti join secara langsung, karena obrolannya enggak bisa disimpan. Nah kalau kamu sudah bergabung, dan mau kirim undangan ke teman, perlu diingat nih—batas maksimal invitation yakni hanya untuk dua orang. Jadi, kalau boleh dibilang, aplikasi yang kini memiliki 2 juta pengguna per 1 Februari 2021—benar-benar eksklusif.

Oleh karena itu, di balik eksklusivitas ini, kok bisa-bisanya sih bisa hits di Indonesia. Banyak orang yang pride punya Clubhouse. Chief jadi bertanya-tanya, seberapa penting sih Clubhouse buat hidup lo?

Ardi alias Piiluus (27), jurnalis yang baru empat hari join Clubhouse (per 19 Februari 2021).

Lo dapat apa sih dari Clubhouse?

Gue hitunganya baru, karena masuk empat hari nih. Udah ada 10 room gue join. Nah dari empat hari itu gue ngerasain banget positifnya. Pertama, lo bisa dapatin banyak ilmu. Kalau masuk room berfaedah, lo dapat faedah juga. Tapi kalau room julit, ya julit juga.

Nah, ilmunya itu luar biasa, karena itu bisa didapat dari tokoh-tokoh yang biasa didapat dari zoom atau forum berbayar. Nah, tiba-tiba Clubhouse fasilitasi rakyat kayak kita ini untuk dapat ilmu yang luar biasa. Misal, gue masuk room Wishnutama dan Sandiaga Uno. Obrolan gitu kita biasa dapat dari seminar bayar dulu. Nah ini tiba-tiba dapat gratis. Gue juga masuk room Joko Anwar dan sutradara-sutradara, ini sih anjir banget, karena ngasih ruang gratis buat belajar.

Enaknya, lo juga bisa punya ruang buat ngerasa aman. Misalnya, gue punya isu kurang percaya diri, ternyata gue enggak sendirian loh. Gue juga bisa konsultasi cuma-cuma sama pakar, yang sebenarnya biasanya mahal banget kan.

Di Clubhouse juga enggak nuntut lo tampil cakep, karena emang cuma audio sama otak. Kita kan terbiasa untuk tampil cakep di depan layar, nah ini ngandelin suara. Jadi kaya lo di The Voice aja, juri enggak lihat wajah lo, tapi suara lo aja.

Tapi ada omongan juga nih, Clubhouse jadi ajang pamer, menurut lo gimana?

Emang sih, kalau dilihat sekilas banyak banget orang cantumin jabatan tinggi. Banyak gue lihat, anjir, umur 17-an udah jadi CEO, Founder. Di satu sisi, ini jadi Linkedin versi generasi Z. Karena beberapa room mengandalkan perkenalan, eh lo siapa, halo gue adalah bla-bla-bla.

Tapi ini juga bisa jadi pelajaran. Kalau mental harus kuat. Meski kita enggan satu level (jabatan), jangan merasa insecure, karena di Clubhouse yang ditonjolin suara dan otak lu—bukan tampilan wajah, apalagi atau status jabatan. Siapapun bisa ngomong di situ.

Serunya lagi, Clubhouse juga punya istilah nih, apa yang terjadi di Clubhouse biarlah menjadi cerita di Clubhouse. Karena when room is ended, yaudah semua ilang. Jadi itu enaknya juga kali yaaaaaa

Banner-L-Men-Protein-Crunch-x-Chief-800x1200

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Need Help? Chat with us